Jumat, 17 Oktober 2014

Masjid Tholabuddin



اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ



Artinya :
 “Ya Allah, Engkau Maha Penyelamat, dan dari-Mu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Rabb Yang Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”[1] 




PAC .IPNU RUNGKUT .

TEAM  C . B . P  . Rungkut   .


 persiapan  gemah Takbir  Id Adha  1435 H. 

selesei tugas  mejeeng  .




P A C GP ANSOR , Rungkut .

Sahabat  YUSRON   , Pasukan   BANSER RUNGKUT   .

Jumat, 10 Oktober 2014

Pasar Soponyono Rungkut




MOTIVASI  BISNIS .



  Setiap orang mempunyai jatah gagal, maka segera habiskanlah jatah gagalmu untuk segera mengambil
 jatah sukses.  


Pasar Soponyono Rungkut




Pesan Hikmah  . 

 Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.

 


(QS: Ash-Shaff Ayat: 4) 




Masjid Tholabuddin

Sholat Id  Adha di Masjid Tholabuddin .

 
selesai  sholat  id adha .

 tertidur  ...zzzZZZZ

Masjid Tholabuddin



Ali bin Abi Thalib : 


" Berilah kepada orang lain yang engkau suka , maka engkau akan dipandang sebagai pemimpinnya . Ajukan permintaan kepada orang yang engkau suka , maka engkau akan menjadi tawanannya . Dan jangan silau terhadap apa yang dimiliki orang, maka engkau dapat menjadi mitra sejajar . "

Rungkut , Surabaya .

HUT   TNI    69  .

Moch  Shodiqq Fuull.

kekuatan TNI  semakin maju .

 pasukan  TNI


Senin, 29 September 2014

Pasar Soponyono Rungkut



Pesan  Bijak .

"  Orang  yang  rendah  hati  baru  bisa  membangun  kehidupan  yang  indah  sempurna  "


Dahlan  Iskan * 




Pasar Soponyono Rungkut



Pesan  Bijak  .


*  Kekayaan  termahal  yang  dimiliki  oleh  seorang  pemimpin  bukanlah  jabatan  dan  kedudukan  , melainkan  kesesuaian   antara  perkataan  dan  perbuatan    *  



" Dahlan  Iskan "  

Yayasan Al Azhar Rungkut Kidul .

 
Hari  Raya  Id Adha ,Id  Qurban  di  
Yayasan  Al Azhar  Rungkut Kidul .


Pasar Soponyono Rungkut

Pedagang  Senjata Tajam  di Pasar Soponyono .


Pasar Soponyono Rungkut



Pesan  Bijak  .

"  Sebuah  senyuman  dapat   membuat  hari  
yang  gelap  menjadi  cerah  " 

Dahlan  Iskan * 




Jumat, 19 September 2014

Pasar Soponyono Rungkut



Kemarau adalah pengingat akan hujan
Kelahiran adalah pengingat akan kematian
Kesedihan adalah ujian buat kebahagian
Bagaimana bisa kau tau makna bahagia jika kau tak pernah susah
Bagaimana kau tau itu musim hujan jika kau tak pernah merasakan musim kemarau

Lalu kenapa kau tak selalu tersenyum
Karena senyum adalah tanda kau mulai ihlas menerima ridha ilahi




PAC .IPNU RUNGKUT .

RAKERNAS  CBP  .

PAC .IPNU RUNGKUT .

Team CBP  /  IPNU  Rungkut .

MWC Nahdlatul Ulama Kec.Rungkut - Surabaya .














Mahfud MD Pastikan NU Bersikap Netral



Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud MD (Dok SINDOphoto)



JAKARTA - Ketua Tim Pemenangan pasangan Capres dan Cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Mahfud MD memastikan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi akan netral di Pemilu Presiden (Pilpres) 2014.

"Saya kan orang NU, sudah biasa dengan kultur NU, sebagai organisasi NU netral," ujar Mahfud MD di Rumah Polonia, Jalan Cipinang Cempedak I/29, Otista, Jakarta Timur, Kamis (22/5/2014).

Mahfud mengatakan bahwa dukungan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj kepada pasangan Prabowo-Hatta adalah dukungan secara pribadi, bukan atas nama NU.

"Kalau dukungan Pak Said Aqil itu kan perorangan," kata Mahfud.

Sementara mengenai apa strategi pemenangan untuk Prabowo-Hatta nantinya, dia enggan membeberkan. "Membaca strategi dulu, kan juga sudah dibuat oleh partai, strategi pertama membaca strategi dulu," tuturnya.

(kri)







Rabu, 23 Juli 2014

Masjid Tholabuddin




PUASA RAMADHAN HARI KE-23



KEUTAMAAN 10 TERAKHIR 
RAMADHAN DAN LAILATUL QADAR  


Segala puji hanya bagi Allah, yang telah menyampaikan kita dipenghujung 10 hari kedua bulan Ramadhan. Sebentar lagi kita akan memasuki 10 ketiga atau terakhir bulan Ramadhan. Hari-hari yang memiliki kelebihan dibanding lainnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada 10 terakhir Ramadhan ini meningkat amaliah ibadah beliau yang tidak beliau lakukan pada hari-hari lainnya.

Ummul Mu`minin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengisahkan tentang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada 10 terakhir Ramadhan :
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا دخل العشر - أي العشر الأخير من رمضان - شد مئزره، وأحيا ليله، وأيقظ أهله . متفق عليه

“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila memasuki 10 terakhir Ramadhan, beliau mengencangkan tali sarungnya (yakni meningkat amaliah ibadah beliau), menghidupkan malam-malamnya, dan membangunkan istri-istrinya.” Muttafaqun ‘alaihi

Keutamaan 10 Terakhir bulan Ramadhan :

Pertama : Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam serius dalam melakukan amaliah ibadah lebih banyak dibanding hari-hari lainnya. Keseriusan dan peningkatan ibadah di sini tidak terbatas pada satu jenis ibadah tertentu saja, namun meliputi semua jenis ibadah baik shalat, tilawatul qur`an, dzikir, shadaqah, dll.

Kedua : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membangunkan istri-istri beliau agar mereka juga berjaga untuk melakukan shalat, dzikir, dan lainnya. Hal ini karena semangat besar beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam agar keluarganya juga dapat meraih keuntungan besar pada waktu-waktu utama tersebut. Sesungguhnya itu merupakan ghanimah yang tidak sepantasnya bagi seorang mukmin berakal untuk melewatkannya begitu saja.

Ketiga : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada 10 Terakhir ini, demi beliau memutuskan diri dari berbagai aktivitas keduniaan, untuk beliau konstrasi ibadah dan merasakan lezatnya ibadah tersebut.

Keempat : Pada malam-malam 10 Terakhir inilah sangat besar kemungkinan salah satu di antaranya adalah malam Lailatur Qadar. Suatu malam penuh barakah yang lebih baik daripada seribu bulan.

Keutamaan Lailatul Qadr

Di antara nikmat dan karunia Allah subhanahu wa ta’ala terhadap umat Islam, dianugerahkannya kepada mereka satu malam yang mulia dan mempunyai banyak keutamaan. Suatu keutamaan yang tidak pernah didapati pada malam-malam selainnya. Tahukah anda, malam apakah itu? Dia adalah malam “Lailatul Qadr”. Suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, sebagaimana firman Allah I:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ * وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ * لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ * تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ * سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ *

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan (Lailatul Qadr). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan (Lailatul Qadr) itu? Malam kemuliaan itu (Lailatul Qadr) lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar”. (Al-Qadr: 1-5)

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata: “Bahwasanya (pahala) amalan pada malam yang barakah itu setara dengan pahala amalan yang dikerjakan selama 1000 bulan yang tidak ada padanya Lailatul Qadr. 1000 bulan itu sama dengan 83 tahun lebih. Itulah di antara keutamaan malam yang mulia tersebut. Maka dari itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berusaha untuk meraihnya, dan beliau bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِإِيْمَاناًوَاحْتِسَاباً،غُفِرَلَهُ مَاتَقَدَّمُ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa menegakkan shalat pada malam Lailatul Qadr atas dorongan iman dan mengharap balasan (dari Allah), diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu”. (H.R Al Bukhari no.1768, An Nasa’i no. 2164, Ahmad no. 8222)

Demikian pula Allah subhanahu wa ta’ala beritakan bahwa pada malam tersebut para malaikat dan malaikat Jibril turun. Hal ini menunjukkan betapa mulia dan pentingnya malam tersebut, karena tidaklah para malaikat itu turun kecuali karena perkara yang besar. Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala mensifati malam tersebut dengan firman-Nya:

سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar

Allah subhanahu wa ta’ala mensifati bahwa di malam itu penuh kesejahteraan, dan ini merupakan bukti tentang kemuliaan, kebaikan, dan barakahnya. Barangsiapa terhalangi dari kebaikan yang ada padanya, maka ia telah terhalangi dari kebaikan yang besar”. (Fatawa Ramadhan, hal. 848)

Wahai hamba-hamba Allah, adakah hati yang tergugah untuk menghidupkan malam tersebut dengan ibadah …?!, adakah hati yang terketuk untuk meraih malam yang lebih baik dari 1000 bulan ini …?! Betapa meruginya orang-orang yang menghabiskan malamnya dengan perbuatan yang sia-sia, apalagi dengan kemaksiatan kepada Allah.

Mengapa Disebut Malam “Lailatul Qadr”?

Para ulama menyebutkan beberapa sebab penamaan Lailatul Qadr, di antaranya:

1. Pada malam tersebut Allah subhanahu wa ta’ala menetapkan secara rinci takdir segala sesuatu selama 1 tahun (dari Lailatul Qadr tahun tersebut hingga Lailatul Qadr tahun yang akan datang), sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala :

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ * فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ * [الدخان/3، 4]

“Sesungguhnya Kami telah menurukan Al-Qur`an pada malam penuh barakah (yakni Lailatul Qadr). Pada malam itu dirinci segala urusan (takdir) yang penuh hikmah”. (Ad Dukhan: 4)

2. Karena besarnya kedudukan dan kemuliaan malam tersebut di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.

3. Ketaatan pada malam tersebut mempunyai kedudukan yang besar dan pahala yang banyak lagi mengalir. (Tafsir Ath-Thabari IV/200)

Kapan Terjadinya Lailatul Qadr?

Malam “Lailatul Qadr” terjadi pada bulan Ramadhan.

Pada tanggal berapakah? Dia terjadi pada salah satu dari malam-malam ganjil 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِفِي الْوِتْرِمِنَ الْعَشْرِالْأَوَاخِرِمِنْ رَمَضَانَ

“Carilah Lailatul Qadr itu pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan)”. (H.R Al Bukhari no. 1878)

Lailatul Qadr terjadi pada setiap tahun. Ia berpindah-pindah di antara malam-malam ganjil 10 hari terakhir (bulan Ramadhan) tersebut sesuai dengan kehendak Allah Yang Maha Kuasa.

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah berkata: “Sesungguhnya Lailatul Qadr itu (dapat) berpindah-pindah. Terkadang terjadi pada malam ke-27, dan terkadang terjadi pada malam selainnya, sebagaimana terdapat dalam hadits-hadits yang banyak jumlahnya tentang masalah ini. Sungguh telah diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Bahwa beliau pada suatu tahun diperlihatkan Lailatul Qadr, dan ternyata ia terjadi pada malam ke-21″. (Fatawa Ramadhan, hal.855)

Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz dan Asy-Syaikh ‘Abdullah bin Qu’ud rahimahumallahu berkata: “Adapun pengkhususan (memastikan) malam tertentu dari bulan Ramadhan sebagai Lailatul Qadr, maka butuh terhadap dalil. Akan tetapi pada malam-malam ganjil dari 10 hari terakhir Ramadhan itulah dimungkinkan terjadinya Lailatul Qadr, dan lebih dimungkinkan lagi terjadi pada malam ke-27 karena telah ada hadits-hadits yang menunjukkannya”. (Fatawa Ramadhan, hal.856)

Di antaranya adalah hadits yang diriwayatkan shahabat Mu’awiyah bin Abi Sufyan t:

عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ إِذَا قَالَ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ: لَيْلَةُ سَبْع وَعِشْرِيْنَ

Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya apabila beliau menjelaskan tentang Lailatul Qadr maka beliau mengatakan : “(Dia adalah) Malam ke-27″. (H.R Abu Dawud, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud dan Asy-Syaikh Muqbil dalam Shahih Al-Musnad)

Kemungkinan paling besar adalah pada malam ke-27 Ramadhan. Hal ini didukung penegasan shahabat Ubay bin Ka’b radhiyallahu ‘anhu :

عن أبي بن كعب قال : قال أبي في ليلة القدر : والله إني لأعلمها وأكثر علمي هي الليلة التي أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم بقيامها هي ليلة سبع وعشرين

Demi Allah, sungguh aku mengetahui malam (Lailatul Qadr) tersebut. Puncak ilmuku bahwa malam tersebut adalah malam yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk menegakkan shalat padanya, yaitu malam ke-27. (HR. Muslim)

Tanda-tanda Lailatul Qadr

Pagi harinya matahari terbit dalam keadaan tidak menyilaukan, seperti halnya bejana (yang terbuat dari kuningan). (H.R Muslim)

Lailatul Qadr adalah malam yang tenang dan sejuk (tidak panas dan tidak dingin) serta sinar matahari di pagi harinya tidak menyilaukan. (H.R Ibnu Khuzaimah dan Al Bazzar)

Dengan Apakah Menghidupkan 10 Terakhir Ramadhan dan Lailatul Qadr?

Asy-Syaikh ‘Abdul Aziz bin Baz dan Asy Syaikh Abdullah bin Qu’ud rahimahumallahu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih bersungguh-sungguh beribadah pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan untuk mengerjakan shalat (malam), membaca Al-Qur’an, dan berdo’a daripada malam-malam selainnya”. (Fatawa Ramadhan, hal.856)

Demikianlah hendaknya seorang muslim/muslimah … Menghidupkan malam-malamnya pada 10 Terakhir di bulan Ramadhan dengan meningkatkan ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala; shalat tarawih dengan penuh iman dan harapan pahala dari Allah I semata, membaca Al-Qur’an dengan berusaha memahami maknanya, membaca buku-buku yang bermanfaat, dan bersungguh-sungguh dalam berdo’a serta memperbanyak dzikrullah.

Di antara bacaan do’a atau dzikir yang paling afdhal untuk dibaca pada malam (yang diperkirakan sebagai Lailatul Qadr) adalah sebagaimana yang ditanyakan Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Wahai Rasulullah jika aku mendapati Lailatul Qadr, do’a apakah yang aku baca pada malam tersebut?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Bacalah:

اللهم إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Ya Allah sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Maha Pemberi Maaf, Engkau suka pemberian maaf, maka maafkanlah aku”. (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Maka hendaknya pada malam tersebut memperbanyak do’a, dzikir, dan istighfar.

Apakah pahala Lailatul Qadr dapat diraih oleh seseorang yang tidak mengetahuinya?

Ada dua pendapat dalam masalah ini:

Pendapat Pertama: Bahwa pahala tersebut khusus bagi yang mengetahuinya.

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata: “Ini adalah pendapat kebanyakan para ulama. Yang menunjukkan hal ini adalah riwayat yang terdapat pada Shahih Muslim dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dengan lafazh:

مَنْ يَقُمْ لَيْلَةَ الْقَدْرِفَيُوَافِقُهَا

“Barangsiapa yang menegakkan shalat pada malam Lailatul Qadr dan menepatinya.”

{kalimat فيوافقها di sini diartikan: mengetahuinya (bahwa itu Lailatul Qadr), pen-}

Menurut pandanganku pendapat inilah yang benar, walaupun aku tidak mengingkari adanya pahala yang tercurahkan kepada seseorang yang mendirikan shalat pada malam Lailatul Qadr dalam rangka mencari Lailatul Qadr dalam keadaan ia tidak mengetahui bahwa itu adalah malam Lailatul Qadr”.

Pendapat Kedua: Didapatkannya pahala (yang dijanjikan) tersebut walaupun dalam keadaan tidak mengetahuinya. Ini merupakan pendapat Ath-Thabari, Al-Muhallab, Ibnul ‘Arabi, dan sejumlah dari ulama.

Asy-Syaikh Al-‘Utsaimin rahimahullah merajihkan pendapat ini, sebagaimana yang beliau sebutkan dalam kitabnya Asy-Syarhul Mumti’:

“Adapun pendapat sebagian ulama bahwa tidak didapatinya pahala Lailatul Qadr kecuali bagi yang mengetahuinya, maka itu adalah pendapat yang lemah karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِإِيْمَاناًوَاحْتِسَاباً،غُفِرَلَهُ مَاتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa menegakkan shalat pada malam Lailatul Qadr dalam keadaan iman dan mengharap balasan dari Allah I, diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu”. (H.R Al Bukhari no.1768, An Nasa’i no. 2164, Ahmad no. 8222)

Rasulullah tidak mengatakan: “Dalam keadaan mengetahui Lailatul Qadr”. Jika hal itu merupakan syarat untuk mendapatkan pahala tersebut, niscaya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan pada umatnya. Adapun pendalilan mereka dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :

مَنْ يَقُمْ لَيْلَةَ الْقَدْرِفَيُوَافِقُهَا

“Barangsiapa yang menegakkan shalat pada malam Lailatul Qadr dan menepatinya.”

Maka makna فيوافقها di sini adalah: bertepatan dengan terjadinya Lailatul Qadr tersebut, walaupun ia tidak mengetahuinya”.

Semoga anugerah Lailatul Qadr ini dapat kita raih bersama, sehingga mendapatkan keutamaan pahala yang setara (bahkan) melebihi amalan 1000 bulan. Amiin Ya Rabbal ‘Alamin.

NIAT PUASA
نَوَيتُ صَومَ غَدِِ عَن أَدَاءِ فَرضِ شَهرِ رَمَضَانَ هَذِهِ سَنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu Shauma Ghadin ‘An Adai Fardhi Syahri Ramadhana Hadzihi Sanati Lillahi Ta’ala
Artinya ;”Niat Saya berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta”ala”
Bagi Sahabatku yg besok memasuki hari ke-23 Ramadhan, baik juga membaca doa dibawah ini .

Doa hrAMADHAN ari ke–23 Ramadhan

اَللَّهُمَّ اغْسِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الذُّنُوْبِ وَ طَهِّرْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُيُوْبِ وَ امْتَحِنْ قَلْبِيْ فِيْهِ بِتَقْوَى الْقُلُوْبِ يَا مُقِيْلَ عَثَرَاتِ الْمُذْنِبِيْنَ
Allâhummaghsilnî fîhi minadzdzunûbi wa thahhirnî fîhi minal ‘uyûbi wamtahin qalbî bitaqwal qulûbi yâ muqîla ‘atsarâtil mudznibîna
Artinya,”Ya Allah, sucikanlah aku dari dosa-dosa dan bersihkanlah diriku dari segala aib/ kejelekan.Tanamkanlah ketakwaan di dalam hatiku. Wahai Penghapus
kesalahan orang-orang yang berdosa....”Aamiin ya rabbal ‘alamin: ﺁﻣِﻴْﻦُ ﻳَﺎ ﺭَﺏَّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴْﻦ.  







Sekar , Bojonegoro .


Pesan  Bijak  .


"  Orang   Yang  rendah  hati  baru  bisa   
membangun  kehidupan  yang  indah  sempurna  " 
 

Dahlan  Iskan *





Masjid Tholabuddin

Mundurnya Prabowo Tak Pengaruhi Keabsahan Pilpres.

 

 

Capres Prabowo Subianto mengumumkan mundur dari pencalonan Selasa (22/7), dengan mengatakan proses pemilu itu bermasalah dan tidak demokratis.  


Capres Prabowo Subianto mengumumkan mundur dari pencalonan Selasa (22/7), beberapa jam sebelum KPU mengumumkan hasil rekapitulasi pilpres. 


Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo telah dinyatakan secara resmi sebagai  pemenang pemilu presiden Indonesia.
Kemenangan Jokowi  itu sudah diperkirakan luas.   Data resmi menunjukkan, ia memperolah 53 persen suara dalam pemilu 9 Juli.  
Beberapa jam sebelum hasil diumumkan, mantan Jendral Angkatan Darat Prabowo Subianto. mengumumkan ia mundur dari pencalonan, dengan mengatakan proses pemilu itu bermasalah dan tidak demokratis.
Thomas B. Pepinsky, guru besar madya jurusan pemerintahan Universitas Cornell  dan  presiden Institut Studi Indonesia Amerika berpendapat pengunduran diri Prabowo Subianto sebagai hal yang  membingungkan
"Membingungkan tapi legitimasi atau keabsahan pemilihan yang baru berakhir ini tidak dipengaruhi oleh pengunduran diri itu," kata Pepinsky.
Prabowo menuduh saingannya melakukan pembelian suara secara besar-besaran dan bentuk-bentuk kecurangan lain.  Ia dapat mengajukan banding ke Mahkamah Konstitusi, meskipun banyak pengamat mengatakan tuduhan penipuan itu dibesar-besarkan. 
Indonesia telah mengerahkan polisi dan militer untuk berjaga-jaga akan kemungkinan terjadinya kerusuhan politik.





Pasar Soponyono Rungkut






Religi berjudul CAKA (Cintai Aku Karena Allah) 
yang dinyanyikan ole Novi  Alya .





Cintai aku karna Allah
Sayangi aku karna Allah
Kasihi aku karna Allah


Miliki aku karna Allah

Bukan langit
Bukan bumi
Bukan bulan, Matahari


Kau jadikan saksi cinta

Hanya Allah sang maha cinta

Bukan harta
Bukan rumah
Bukan pula kehebatan


Iman dan takwamu saja
Mencintamu aku tenang

Kuingin menjadi surga


Dalam lembaran hidupmu
Kujadikan engkau imam
Bimbing aku jalan kebenaran




penyanyi: Novi Ayla(KDI)
Judul: (CAKA)Cintai Aku Karna Allah  



Masjid Tholabuddin



Presiden RI   Yang  Baru   .


Hari  Selasa, 22 Juli 2014 Indonesia memutuskan melalui Sidang Paripurna KPU bahwa Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia utnjuk Periode 5 tahun (2014-2019) adalah Bpk. Ir. H. Joko Widodo dan Bpk. H. Moh. Jusuf Kalla...ini adalah kemenangan kita yaitu Persatuan Indonesia tepat di bulan Suci Ramadhan 1435 H. bulan penuh Rahmat, maghfiroh dan terbebasnya kita dari api neraka...Oleh karena itu yang kalah harus tetap sabar dan tawakkal dan yang menang tidak boleh menyombongkan dan sombong..harus merangkul semuanya demi Indonesia Raya yang adil. makmur dan sejahtera...Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur...kita harus saling maaf memaafkan dan saling metangkul satu dengan lainnya.....Semoga Allah SWT. bersama kita dan melindungi kita...”Aamiin ya rabbal ‘alamin: ﺁﻣِﻴْﻦُ ﻳَﺎ ﺭَﺏَّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴْﻦ.
— 


Minggu, 22 Juni 2014

Masjid Tholabuddin

 Pesan  Bijak  .





KETIKA ALLAH SWT BERKATA TIDAK,..

 

Ya Allah
ambillah kesombonganku dariku …
Allah berkata, “Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya.”

Ya Allah sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat…
Allah berkata, “Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara.”


Ya Allah beri aku kesabaran…
Allah berkata, “Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan; tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri.”

Ya Allah beri aku kebahagiaan…
Allah berkata, “Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri untuk menghargai keberkahan itu.”  
Ya Allah jauhkan aku dari kesusahan…
Allah berkata, “Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku.”

Ya Allah beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat…
Allah berkata, “Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal.”

Ya Allah bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku
Allah berkata…”Akhirnya kau mengerti !”Kadang kala kita berpikir bahwa Allah tidak adil, kita telah susah payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya.

Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan-bahkan ratusan lamaran telah kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali — orang lain dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan.

Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi justru orang lain yang mendapatkannya-tanpa susah payah.

Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir dengan penolakkan dan kegagalan, orang lain dengan mudah berganti pasangan.

Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhanlah yang terus meningkat.

Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek, lalu kita melihat tukang es. Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es dapat mengobati rasa demam (maklum anak kecil).

Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon pada Allah) dan merengek agar dibelikan es. Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu dengan segala dalih kita tidak dibelikan es. Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat itu.

Begitu pula dengan Allah, segala yang kita minta Allah tahu apa yang paling baik bagi kita.Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Allah mengabulkannya.Karena Allah tahu yang terbaik yang kita tidak tahu. Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari “pilek” dan “demam”….Maka teruslah berdoa.!!!