Mundurnya Prabowo Tak Pengaruhi Keabsahan Pilpres.
Capres Prabowo
Subianto mengumumkan mundur dari pencalonan Selasa (22/7), dengan
mengatakan proses pemilu itu bermasalah dan tidak demokratis.
Capres Prabowo Subianto mengumumkan mundur
dari pencalonan Selasa (22/7), beberapa jam sebelum KPU mengumumkan
hasil rekapitulasi pilpres.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo telah dinyatakan secara resmi sebagai pemenang pemilu presiden Indonesia.
Kemenangan Jokowi itu sudah diperkirakan luas. Data resmi menunjukkan, ia memperolah 53 persen suara dalam pemilu 9 Juli.
Beberapa jam sebelum hasil diumumkan, mantan Jendral Angkatan Darat
Prabowo Subianto. mengumumkan ia mundur dari pencalonan, dengan
mengatakan proses pemilu itu bermasalah dan tidak demokratis.
Thomas B. Pepinsky, guru besar madya jurusan pemerintahan Universitas
Cornell dan presiden Institut Studi Indonesia Amerika berpendapat
pengunduran diri Prabowo Subianto sebagai hal yang membingungkan
"Membingungkan
tapi legitimasi atau keabsahan pemilihan yang baru berakhir ini tidak
dipengaruhi oleh pengunduran diri itu," kata Pepinsky.
Prabowo menuduh saingannya melakukan pembelian suara secara
besar-besaran dan bentuk-bentuk kecurangan lain. Ia dapat mengajukan
banding ke Mahkamah Konstitusi, meskipun banyak pengamat mengatakan
tuduhan penipuan itu dibesar-besarkan.
Indonesia telah mengerahkan polisi dan militer untuk berjaga-jaga akan kemungkinan terjadinya kerusuhan politik.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar