Selasa, 20 Mei 2014

Pasar Soponyono Rungkut


BELAJAR MARKETING DARI PASAR TRADISIONAL  .




Siapa yang masih demen pergi ke pasar tradisional hari gini? Saya sangat menikmati setiap kunjungan saya ke pasar tradisional, baunya, ramenya, rieweuhnya dan pastinya jajanannya :)

Selain karena kita masih bisa nawar sama pedagangnya (tapi saya sendiri bukan tipe orang yang suka nawar, makanya suka diomelin sama nyokap hehehe) kita bisa belajar cara memasarkan dagangan nih. Soale sampai sekarang banyak tuh pedagang online seperti distributor dan reseller yang bingung cara meningkatkan penghasilan dari berjualan di toko online. Saran saya contek gaya pedagang di pasar tradisional.

Yang saya amati itu:
Dagangan mereka spesifik dan meski lebih dari 1 produk di lapaknya tapi semuanya berkaitan. Misale nih lapak dagang yang jual sayuran; ga cuma jual sayuran, tapi lengkap sama daging ayam, ikan dan bumbu penyedap, bumbu instant. Bahkan daging olahan siap goreng juga tersedia.

Untuk sayurannya selain jual sayuran yang terpisah, ada juga sayur sop yakni sayur kol, buncis, wortel, daun seledri, kentang yang dikemas dalam 1 bungkusan lengkap dengan bumbu instant sop. Sangat memudahkan para ibu (karena kebanyakan ibu-ibu yang pergi ke pasar tradisional) untuk membuat sop sayur.

Ada juga pedagang khusus daging ayam yang menurut saya juga sudah smart, dia memang cuma jualan ayam kampung tapi dimodifikasi. Ada bungkusan untuk potongan ayam lengkap, ada bungkusan berisi potongan paha ayam dan ada khusus bungkusan yang berisi ayam yang sudah diungkep jadi tinggal digoreng saja dirumah.
Pinter kan? ;)

Dalam seni menjual di toko online juga bisa pinter seperti itu. Kita harus jeli melihat peluang, untuk itu penting mengenal karakter calon pembeli kita. Dengan demikian kita bisa tahu apa sih yang mereka butuhkan, nah kalo kita bisa kasih solusi untuk permasalahan mereka, mereka nggak akan lari ke mana kok ;) Coba deh ;)

Cheers,


Jengdotcom aka Jengliz
Facebook: jengdotcom
Twitter: @jengdotcom



http://ekonomi.kompasiana.com/marketing/2013/10/03/belajar-marketing-dari-pasar-tradisional-597259.html




Tidak ada komentar:

Posting Komentar