BELAJAR MARKETING DARI PASAR TRADISIONAL .
Siapa yang masih demen pergi ke pasar tradisional hari gini? Saya sangat menikmati setiap kunjungan saya ke pasar tradisional, baunya, ramenya, rieweuhnya dan pastinya jajanannya :)
Selain karena kita masih bisa nawar sama pedagangnya (tapi saya sendiri
bukan tipe orang yang suka nawar, makanya suka diomelin sama nyokap
hehehe) kita bisa belajar cara memasarkan dagangan nih. Soale sampai sekarang banyak tuh pedagang online seperti distributor dan reseller yang bingung cara meningkatkan penghasilan dari berjualan di toko online. Saran saya contek gaya pedagang di pasar tradisional.
Yang saya amati itu:
Dagangan mereka spesifik dan meski lebih dari 1 produk di lapaknya tapi
semuanya berkaitan. Misale nih lapak dagang yang jual sayuran; ga cuma
jual sayuran, tapi lengkap sama daging ayam, ikan dan bumbu penyedap,
bumbu instant. Bahkan daging olahan siap goreng juga tersedia.
Untuk sayurannya selain jual sayuran yang terpisah, ada juga sayur sop
yakni sayur kol, buncis, wortel, daun seledri, kentang yang dikemas
dalam 1 bungkusan lengkap dengan bumbu instant sop. Sangat memudahkan
para ibu (karena kebanyakan ibu-ibu yang pergi ke pasar tradisional)
untuk membuat sop sayur.
Ada juga pedagang khusus daging ayam yang menurut saya juga sudah smart,
dia memang cuma jualan ayam kampung tapi dimodifikasi. Ada bungkusan
untuk potongan ayam lengkap, ada bungkusan berisi potongan paha ayam dan
ada khusus bungkusan yang berisi ayam yang sudah diungkep jadi tinggal
digoreng saja dirumah.
Pinter kan? ;)
Cheers,
Jengdotcom aka Jengliz
Facebook: jengdotcom
Twitter: @jengdotcom
http://ekonomi.kompasiana.com/marketing/2013/10/03/belajar-marketing-dari-pasar-tradisional-597259.html


Tidak ada komentar:
Posting Komentar